Aswi Rizki

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Empat Pilar Kehidupan Dunia Agar Kejahatan Tak Merajalela
Empat Pilar Kehidupan Dunia Agar Kejahatan Tak Merajalela

Empat Pilar Kehidupan Dunia Agar Kejahatan Tak Merajalela

Di zaman akhir ini banyak kejadian atau peristiwa yang memilukan. Dari maraknya kejahatan, kerusuhan dan sebagainya. Inilah indikator bahwa zaman ini adalah zaman akhir. Kerena di antara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah dengan merajalelanya kejahatan. (Ini Kunci Sukses Hidup di Dunia dan Akhirat)

Namun jika empat pilar kehidupan dunia masih kokoh berdiri maka insyaallah dunia ini juga masih kokoh. Adapun empat pilar dunia yang termaktub dalam kitab Durratun Nashihin adalah sebagai berikut:

قوام الدنيا بأربعة أشياء. أولها بعلم العلماء والثانى بعدل الأمراء والثالث بسخاوةالأغنياء والرابع بدعوة الفقراء.

Dunia dibangun dengan empat perkara, yang pertama adalah dengan ilmunya ulama, yang kedua dengan adilnya penguasa, yang ketiga dengan kedermawanan orang-orang kaya dan keempat dengan doanya para fakir miskin.

Itulah empat pilar dunia. Selama empat pilar tersebut masih tegak berdiri maka hari kebinasaan juga masih belum waktunya. Oleh karena itu, selagi masih ada waktu untuk bertaubat atas semua dosa dan memperbaiki kesalahan maka gunakanlah waktu ini sebaik mungkin.

Adapun empat pilar tersebut sesuai dengan keterangan ulama adalah sebagai berikut:

Pertama, ilmu orang-orang alim (ulama). Ulama merupakan sebutan bagi orang-orang tertentu yang memiliki pengetahuan agama yang mempuni. Selain itu, ulama merupakan orang-orang yang integritas keimanan dan ketakwaan yang kokoh.

Eksistensi ulama sangat berpengaruh pada peradaban bangsa khususnya bangsa Indonesia. Sebab ulama mendedikasikan dirinya pada negara dan bangsa sesuai dengan kapasitasnya, yaitu mengarahkan dan membimbing anak bangsa ke jalan yang lurus sesuai ajaran Islam.

Maka layak sekali manusia menghormati ulama yang masih tersisa di negeri ini. Selain itu, kita juga senantiasa belajar dan mengamalkan ilmu dari para ulama, sebelum Allah mencabut ilmu itu. Ini karena cara Allah mencabut suatu ilmu adalah dengan mewafatkan para ulama.

Rasulullah bersabda: sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hambaNya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan wafatnya para ulama. Ketika tersisa lagi seorang ulamapun maka manusia bertanya kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) berftwa tanpa ilmu. Mereka sesat menyesatkan. (HR. Bukhari)

Kedua, keadilan pemimpin. Setiap orang pasti mengingkan pemimpin yang adil, baik pemimpin secara struktural seperti pemimpin negara, sampai tingkat RT, maupun pemimpin non struktural seperti pemimpin rumah tangga sampai pemimpin untuk dirinya sendiri.

Sebagai seorang muslim kita dituntut untuk bisa meneladani kepemimpinan Rasullullah dan khulafa ar-rasyidin terutama Umar bin Khattab. Rekam jejak beliau menunjukkan bagaimana jiwa seorang leader yang sesungguhnya.

Potret kepemimpinan beliau yang dikagumi banyak kalangan adalah pemimpin yang tegas dan pemberani hingga beliau dijuluki asadullah (singa Allah). Walaupun terkenal sebagai sosok yang tegas beliau juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap rakyatnya. Beliau juga lebih mengutamakan rakyatnya dari pada golongannya sendiri bahkan dari dirinya sendiri.

Di Indonesia salah satu pemimpin yang dapat dijadikan panutan adalah almarhum BJ. Habibie yang kepergiannya menghadap sang Ilahi menyisakan luka yang mendalam bagi bangsa Indonesia pada khususnya. Beliau juga bisa dikatakan paket komplit. Di samping itu beliau adalah sosok inspiratif yang mengintegrasikan imtek dan imtaq, sehingga banyak jasa-jasanya yang dapat dinikmati oleh semua elemen masyarakat, di antaranya demokrasi.

Ketiga, kedermawanan orang kaya. Salah satu bentuk mensyukuri nikmat Tuhan yang tiada tara ini adalah dengan bersedekah. Berbagi tidak menjadikan harta kita menjadi miskin justru akan semakin bertambah dan bertambah. Di samping itu sedekah mendatangkan keberkahan hidup sehingga hidup damai dan tenang dan malas berbuat keburukan.

Sosok inspiratif dari kalangan sahabat yang terkenal kaya raya dan dermawan adalah Abdurrahman bin Auf. Kedermawanan beliau akan selalu dikenang sepanjang masa. Konon beliau adalah pengusaha keju dan mantega yang sukses. Beliau berkontribusi besar terhadap pembiayaan setiap peperangan sehingga beliau mendapatkan doa secara khusus dari Nabi sehingga kakayannya semakin melambung tinggi.

Keempat, doanya para fakir miskin. Hal yang paling memungkinkan yang dapat dilakukan oleh orang fakir miskin adalah berdoa. Karena berdoa tidak memerlukan ilmu yang tinggi, keadilan apalagi kekayaan. Cukup iman dan keyakinan itu sudah cukup. Di dalam hidup yang penuh keterbatasan ekonomi dan finansial namun tetap bersabar adalah modal utama diterimanya doa.

Sosok inspiratif yang memiliki kontribusi besar dalam hal kemiskinan adalah Abdurrahman bin Shakr Ad-Dausi Al-yamani. Mungkin kebanyakan orang merasa asing dengan nama itu. Namun ketika nama lainnya disebutkan pasti semua orang mengetahuinya. Siapa beliau? Abu Hurairah. Dijuluki Abu Hurairah kerana beliau sangat menyayangi seekor kucing.

Beliau adalah sahabat Nabi yang paling miskin. Lantas kemiskinan beliau tidak menjadikan dirinya hina. Akan tetapi beliau memanfaatkannya untuk hal-hal yang sangat baik. Dimana kaum Muhajirin sibuk dengan dagangannya sementara kaum Ansar sibuk dengan pertaniannya. Karena beliau sangat miskin lantas beliau tidak punya dagangan dan pertanian sehingga beliau lebih banyak menghabiskan waktu bersama Rasulullah. Sehingga beliau terkenal paling banyak menghafalkan hadis di antara para sahabat yang lainnya. Pada masanya beliau menghafalkan hadis sebanyak 5.374 buah hadis.

Itulah empat pilar kokohnya dunia. Keempatnya wajib kita jaga dan lestarikan bersama. Sebab, dikatakan pula dalam Durratun Nashihin:

ولولا علم العلماء لهلك الجاهلون ولولا سخاوة الأغنياء لهلك الفقراء ولولا دعاء الفقراء لهلك الأغنياء ولو لا عدل الأمراء لأكل بعض الناس بعضا كما ياءكل الذئب الغنم

Seandainya tidak ada ilmunya ulama maka celaka orang-orang bodoh dan jika tidak ada kedermawanan orang kaya maka celaka orang-orang fakir miskin dan jika tidak ada doanya orang fakir miskin maka celaka orang-orang kaya dan jika tidak ada keadilan pemimpin maka sebagian manusia akan memangsa sebagian manusia yang lain bagaikan serigala yang memangsa kambing.

Oleh karena itu, jika hal tersebut terjadi maka berarti pilar-pilar dunia sudah roboh dan hancur dan tunggulah kehancuran dunia ini. Semuga kita kembali pada ilahi dalam keadaan yang husnulkhatimah.
Amin.. Ya’ rabbal alamin.

Wallahu a'lam Bishawab

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar