Aswi Rizki

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Bolekah Tidak Shalat Jumat, Jika Terkena Penyakit Menular?
Jika Terkena Penyakit Menular, Apakah Boleh Tidak Shalat Jumat?

Bolekah Tidak Shalat Jumat, Jika Terkena Penyakit Menular?

Di antara uzur yang menggugurkan kewajiban melaksanakan shalat Jumat adalah sakit. Ketika seseorang sakit dan membutuhkan istirahat, maka dia tidak wajib melaksanakan shalat Jumat di masjid. Meski demikian, dia tetap wajib melaksanakan shalat Dzuhur. Namun bagaimana jika terkena penyakit menular, seperti kusta dan lainnya, apakah boleh tidak shalat Jumat di masjid?

Jika seseorang terkena penyakit menular, seperti kusta dan lainnya, maka baginya boleh tidak melaksanakan shalat Jumat di masjid. Bahkan jika dikhawatirkan menular kepada orang lain, maka dia tidak boleh melaksanakan shalat di masjid, baik untuk melaksanakan berjemaah shalat Jumat dan shalat wajib lainnya. (Ini Tujuh Amalan Sunah di Hari Jumat)

Menurut Imam Qadhi Iyadh dan sebagian besar ulama, jika seseorang terkena penyakit menular, maka dia dilarang bergaul dengan masyarakat. Begitu juga dia dilarang memasuki masjid untuk melaksanakan shalat Jumat dan shalat wajib lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatul Jamal berikut;

فقد نقل القاضي عياض عن العلماء منع الأجذم والأبرص من المسجد، ومن اختلاطهما بالناس

Imam Qadhi Iyadh menukil dari para ulama terkait kewajiban melarang orang yang terkena kusta dan lepra untuk memasuki masjid, juga dilarang berbaur dengan masyarakat.

Dalam kitab Asnal Mathalib juga disebutkan sebagai berikut;

وقد نقل القاضي عياض عن العلماء أن المجذوم والأبرص يمنعان من المسجد ومن صلاة الجمعة ومن اختلاطهما بالناس

Imam Qadhi Iyadh menukil dari para ulama bahwa orang yang terkena kusta dan lepra dilarang untuk memasuki masjid dan melaksanakan shalat Jumat, juga dilarang berbaur dengan masyarakat.

Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat diketahui bahwa orang yang terkena penyakit menular tidak memiliki kewajiban melaksanakana shalat Jumat di masjid. Bahkan dia hendaknya tidak berbaur dengan masyarakat agar penyakitnya tidak menular kepada orang lain. Sementara biaya hidupnya wajib diambilkan dari baitul mal atau uang negara.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj berikut;

ومن ثم منع نحو أبرص وأجذم من مخالطة الناس وينفق عليهم من بيت المال

Dari itu, orang yang terkena umpama penyakit kusta dan lepra dilarang berbaur dengan masyarakat dan ia dinafakahi dari baitul mal.

Wallahu a'lam Bishawab

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar